“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna
apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang
bila ada ruang?” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu
Dekade
“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih
mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada
pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.” ― Dee, Supernova:
Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku
ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan
Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.” ― Dee, Supernova: Akar
“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku
masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara
penyesalan dan penerimaan.” ― Dee, Perahu Kertas
“Hati tidak memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh” ― Dee
“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh” ― Dee, Perahu Kertas
“Kadang – kadang pilihan yang terbaik adalah menerima…” ― Dee, Rectoverso
“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” ― Dee, Perahu Kertas
“kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. selama kita diam
dan ngga berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu, ngga akan
pernah jadi kenyataan.” ― Dee
“hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu
memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain.
Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.” ― Dee,
Perahu Kertas
“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.” ― Dee
“Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?” ― Dee
“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong.
Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang
berputar.” ― Dee, Perahu Kertas
“rasa memiliki itu hidup seperti sel. semula satu dan
kemudian terpecah jadi seribu satu. dan aku menyimpan sel-sel yang
sangat sehat. ia akan terpecah diluar kendali cinta itu sendiri. sel ini
terus bertambah dan merambah. mereka hidup melingkari kita, semenjak
kita saling mencinta. suka tak suka.” ― Dee
“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.Untuk
keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu” ― Dee, Supernova: Partikel
“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam
selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan” ― Dee,
Perahu Kertas
“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna
apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” ― Dee,
Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau
asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada
waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa
adanya.” ― Dee, Rectoverso
“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa
satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu
bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di
hati.” ― Dee, Perahu Kertas
“Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu
tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa
perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.” ― Dee, Rectoverso
“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini
adanya. Filosofi Kopi” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa
Satu Dekade
“I’d like to find the guy who invented the proverb ‘go with
the flow’ and lead him to an ocean full of hungry sharks. And see how
he would flow. I’d really like to know.”― Dee, Rectoverso
“Im thankful for this moment coz i know that i grow a day older and see how this sentimental fool can be” ― Dee
“Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia
lewat ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan
tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara
aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus bukan batu.” ― Dee
“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu.
Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi
pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan
Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Menurut survei: selain narik becak dan gali kubur,
pekerjaan mengkhayal dan menulis ternyata juga butuh asupan kalori
tinggi. (Perahu Kertas)” ― Dee
“Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu
menggenapkan, tapi dua melenyapkan. Mencari Herman” ― Dee, Filosofi
Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru” ― Dee, Madre
“Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti
tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa berarti tidak ada masalah. Termasuk
rasa sakit.” ― Dee
“Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah
kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat
kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin” ― Dee, Perahu
Kertas
“Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi
untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang
indah dan masuk akal bagi seseorang.”― Dee, Rectoverso
“Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban
pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu tambah ruwet, meski yang
mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak
benar-benar hadir untukmu.” ― Dee, Supernova: Partikel
“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku igin
seiring dan bukan digiring.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan
Prosa Satu Dekade
“Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.” ― Dee, Rectoverso
“Kamu takut. Kamu takut karena ingin jujur. Dan kejujuran menyudutkanmu untuk mengakui kamu mulai ragu.” ― Dee
“Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana
inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam,
tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus
mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau
punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta
kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan
jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara.
Mengerti kamu?” -Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari” ― Dee, Perahu
Kertas
“Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga.
Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang
harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang
telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.” ― Dee, Rectoverso
“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan
berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit
lagi ketika berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai dimana
dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strength is simply your will to go
on” ― Dee
“Kamu benar, Puteri. Perasan itu sudah mengkristal.Dan akan
kusimpan. Selamanya.” ― Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang
Jatuh
“Jingga di bahumu. Malam di depanmu. Dan bulan siaga sinari
langkahmu. Teruslah berjalan. Teruslah melangkah. Kutahu kau tahu. Aku
ada.” ― Dee, Rectoverso
“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?” cetus Mei kalem” ― Dee, Madre
“semua perjalanan hidup adalah sinema. bahkan lebih
mengerikan, putri. darah adalah darah, dan tangis adalah tangis.Tak ada
pemeran pengganti yang akan menaggung sakitmu.” ― Dee
“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan
apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri
kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang
pengen kita jalani.Keenan.” ― Dee, Perahu Kertas
“Sahabat saya itu adalah orang yang berbahagia. Ia hanya
mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Saya adalah orang yang paling
bersedih, karena saya mengetahui apa yang tak sanggup saya miliki.” ―
Dee, Rectoverso
“Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa
kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia.
Kamu, tidak terkecuali.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa
Satu Dekade
“Rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap
ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang
mata menatap.” ― Dee, Rectoverso
“Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.” ― Dee
“Kau hadir dalam ketiadaan, sederhana dalam
ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti, namun aku selalu disini,
menantimu.. Entah mengapa..[Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh]” ― Dee,
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun,
kamu mendamba rasa sendiri itu.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita
dan Prosa Satu Dekade
“Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka
menjadi intan. Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu. Hanya waktu yang mampu” ― Dee, Madre
“Perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko.” ― Dee, Perahu Kertas
“Kamu hebat,” decaknya, “itu memang keajaiban. Saya bisa
merasakan, anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. Kamu
berhasil memancing karakter mereka keluar. Mereka jadi percaya diri,
punya harga diri. Punya kebanggaan” ― Dee, Perahu Kertas
“Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?” ― Dee
“Masih perlukah aku bertanya atas sesuatu yang sebetulnya sudah kuketahui jawabannya?” ― Dee, Supernova: Partikel
“Within his orbit, I was nothing but a flat noodle. And I don’t know how much longer I can keep this up.” ― Dee, Rectoverso
“Itulah cinta.Itulah Tuhan.Pengalaman bukan
penjelasan.Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yg sungguh tidak berjodoh
dgn segala jawaban.” ― Dee, Madre
“Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, tapi layak diberi kesempatan.” ― Dee
“buat apa dia kembali? buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?” ― Dee, Perahu Kertas
“Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu” ― Dee, Supernova: Akar
Sebenarnya diri kita sendirilah yang paling susah diduga.” ― Dee
“Akhirnya ku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin
manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara
masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk
terluka.” ― Dee, Supernova: Partikel
“Hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah.” ― Dee
“Berat hati kuakui, kesusahan, kegembiraan, ketika keduanya lewat bersamaan tanpa permisi, maka sensasinya sama.” ― Dee
“Kamu ingin cinta. Tapi takut jatuh cinta. But you know
what? Kadang -kadang kamu harus terjun dan jadi basah untuk tahu air.
Bukan cuma nonton di pinggir dan berharap kecipratan.” ― Dee, Madre
“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi
tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak
padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rampuh.” ― Dee
“Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi.” ― Dee
“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma
diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap jadi hantu.
Nggak akan pernah jadi kenyataan.” ― Dee, Perahu Kertas
“karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastiaan manusia
dapat berjaya, menggunakan potensinya untuk berkreasi” ― Dee, Supernova:
Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Hampir semua orang melacurkan waktu, jati diri, pikiran,
bahkan jiwanya. Bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yg paling
hina?” ― Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin
dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan
kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan.” ―
Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah
memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih
saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena
hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.” ― Dee,
Perahu Kertas
“Langit begitu hitam sampai batasnya dengan Bumi hilang.
Akibatnya, bintang dan lampu kota bersatu, seolah-olah berada di satu
bidang. Indah, kan?”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Dia, yang tidak pernah kamu mengerti. Dia, racun yang
membunuhmu perlahan. Dia, yang kamu reka dan kamu cipta. Sebelah darimu
menginginkan agar dia datang, membencimu hingga muak dia mendekati gila,
menertawakan segala kebodohannya, kehilafan untuk sampai jatuh hati
kepadamu, menyesalkan magis yang hadir naluriah setiap kalian berjumpa.
Akan kamu kirimkan lagi tiket bioskop, bon restoran, semua tulisannya
–dari mulai nota sebaris sampai doa berbait-bait. Dan beceklah pipi-nya
karena geli, karena asap dan abu dari benda-benda yang dia
hanguskan–bukti bahwa kalian pernah saling tergila-gila–beterbangan
masuk ke matanya. Semoga dia pergi dan tak pernah menoleh lagi. Hidupmu,
hidupnya, pasti akan lebih mudah.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan
Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.” ― Dee, Perahu Kertas
“Kenangan itu cuma hantu disusut pikir. Selama kita cuma
diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. nggak
akan pernah jadi kenyataan.” ― Dee
“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga
janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk
tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”
― Dee, Perahu Kertas
“His long arms stretch out like comforting pillars, supporting my whole being in his embrace.” ― Dee, Rectoverso
“Buat apa ia pelihara luka hati yang cuma bikin matanya berair?” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“terkadang keadaan membuat cinta terasa amat menyakitkan,
akan tetapi kesejatian cinta tidak akan pernah berakhir manakala
pengorbanan cinta itulah yang menjadi pemeran utamanya. cinta tidak akan
pernah salah. cinta tidak mengenal batas. untuk cinta yang bertepuk
sebelah tangan sekalipun.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan
Prosa Satu Dekade
“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan
berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit
kembali setelah berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai di
mana dan kapan. Tidak ada yang tahu.
Your strength is simply your will to go on.Supernova: Partikel” ― Dee, Supernova: Partikel
“Cinta bukanlah dependensi, melainkan keutuhan yang dibagi.” ― Dee
“Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena
menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi.” ― Dee,
Rectoverso
“Anggap aja kamu ikan lele. Bisa berkembang biak di septic tank. Dia hidup bahagia di tempat sampahnya.” ― Dee, Madre
“Akan tetapi, yang benar-benar membuat tempat ini istimewa
adalah pengalaman ngopi-ngopi yang diciptakan Ben. Dia tidak sekadar
meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Ben
menarik arti, membuat analogi, hingga terciptalah satu filosofi untuk
setiap jenis ramuan kopi. Filosofi Kopi” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan
Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Banyak sekali orang yang doyan kopi tiwus ini. Bapak
sendiri ndak ngerti kenapa. Ada yang bilang bikin seger, bikin tentrem,
bikin sabar, bikin tenang, bikin kangen… hahaha! Macem-macem! Padahal
kata Bapak sih biasa-biasa saja rasanya, Mas. Barangkali, memang kopinya
yang ajaib. Bapak ndak pernah ngutak-ngutik, tapi berbuah terus. Dari
kali pertama tinggal di sini, kopi itu sudah ada. Kalau ‘tiwus’ itu
asalnya dari almarhumah anak gadis Bapak. waktu kecil dulu, tiap dia
lihat bunga kopi di sini, dia suka ngomong ‘tiwus-tiwus’ gitu,” dengan
asyik Pak Seno mendongeng. Filosofi Kopi” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan
Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Mungkin dengan beneran mati saya akan menemukan makna hidup.” ― Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya
dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakannya
dengan sia-sia.” ― Dee
“We’re built for drama. While they will always be orangutans.” ― Dee, Supernova: Partikel
“Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat.” ― Dee, Rectoverso
“ Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikuti di setiap
langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan…
karena cinta adalah mengalami ” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita
dan Prosa Satu Dekade
“Hidup telah menunjukkan dengan caranya sendiri bahwa aku
senantiasa dipandu. Tak perlu tahu ke mana ini semua berakhir. …” ― Dee,
Madre
“Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi, akulah lautan memeluk pantaimu erat. -Aku Ada-” ― Dee
“Mimpi mengurangi kualitas istirahatnya. Dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi.” ― Dee, Rectoverso
“Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari.” ― Dee, Rectoverso
“Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan?” ― Dee, Supernova: Partikel
“Saya melihat tumor itu semacam pemicu untuk saya mencari
lebih dalam, mempertemukan saya dengan lebih banyak pengetahuan, membuka
mata saya bahwa penyakit bukan sekadar gangguan. Tapi kode. Kode dari
tubuh bahwa ada hal dalam hidup kita yang harus dibereskan.” ― Dee,
Supernova: Partikel
“Melalui firasat kita belajar menerima diri, dan berdamai dengan hidup ini” ― Dee
“Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga,
neraka, berlaku seperti malaikat, dan menjadi iblis itu sendiri.” ― Dee,
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
“Aku hanya si penunggu yang beruntung.” ― Dee
“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun
pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika
melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir
akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani
beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Keheningan mengapungkan kenangan, mengembalikan cinta yang
hilang, menerbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan indah
kegagalan. Hening menjadi cermin yang membuat kita berkaca-suka atau
tidak pada hasilnya.” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa
Satu Dekade
“Kamu hanya perlu menerima. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah’.” ― Dee, Rectoverso
“satu menggenapkan dua melenyapkan.” ― Dee
“Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya
berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya
yang bisa membuktikan cuma waktu.” ― Dee, Rectoverso
“Mungkin, suatu saat, apabila sekelumit dirimu itu mulai
kesepian dan bosan, ia akan berteriak-teriak ingin pulang. Dan kamu akan
menjemputnya, lalu membiarkan sejarah membentengi dirinya dengan tembok
tebal yang tak lagi bisa ditembus. Atau mungkin, ketika sebuah
keajaiban mampu menguak kekeruhan ini, jadilah ia semacam mercusuar,
kompas, bintang selatan…. yang menunjukkan jalan pulang bagi hatimu,
untuk, akhirnya, menemuiku..” ― Dee
"Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah
utuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak
ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain" - Dee